Deviasi Persentil Jumlah Transaksi Tunggal
factor.formula
Deviasi persentil jumlah transaksi tunggal (S):
di mana:
- :
Adalah urutan yang terdiri dari semua jumlah transaksi tunggal tingkat menit untuk saham tertentu pada hari perdagangan tertentu.
- :
Menunjukkan kuantil 10% dari urutan jumlah transaksi tunggal $A$. Nilai ini merepresentasikan batas atas dari transaksi dengan jumlah transaksi yang lebih kecil, yaitu, 10% dari transaksi memiliki jumlah transaksi tunggal lebih rendah dari atau sama dengan nilai ini.
- :
Menunjukkan nilai minimum dari urutan jumlah transaksi tunggal $A$, yang merepresentasikan jumlah transaksi tunggal terkecil pada hari perdagangan.
- :
Menunjukkan nilai maksimum dari urutan jumlah transaksi tunggal $A$, yang merepresentasikan jumlah transaksi tunggal terbesar pada hari perdagangan tersebut.
factor.explanation
Deviasi kuantil dari jumlah transaksi tunggal (S) pada dasarnya menggambarkan karakteristik miring dari distribusi jumlah transaksi tunggal, yang mencerminkan perbedaan antara transaksi kecil dan transaksi besar. Secara spesifik, semakin kecil nilai faktor ini, semakin dekat kuantil 10% ($A_{0.1}$) dengan nilai minimum ($A_{min}$), yaitu, transaksi dengan jumlah transaksi yang lebih kecil lebih terkonsentrasi dalam rentang yang lebih kecil, dan pada saat yang sama, jumlah transaksi dari transaksi besar akan relatif lebih besar, membuat distribusi jumlah transaksi keseluruhan condong ke transaksi besar. Peningkatan deviasi ini biasanya dianggap sebagai sinyal dari dana utama yang aktif, yang menunjukkan bahwa ada transaksi beli dan jual tunggal berskala besar di pasar, yang mungkin mengindikasikan potensi fluktuasi atau kondisi pasar tren pada harga saham di masa depan. Sebaliknya, jika nilainya besar, itu berarti bahwa distribusi jumlah transaksi tunggal relatif seragam, perbedaan antara transaksi besar dan kecil tidak jelas, dan partisipasi dana utama mungkin rendah. Faktor ini dapat digunakan dalam kombinasi dengan faktor kuantitas dan harga lainnya untuk lebih komprehensif menangkap perubahan dalam mikrostruktur pasar dan potensi peluang perdagangan. Selain itu, selain menggunakan kuantil, karakteristik distribusi jumlah transaksi tunggal juga dapat dianalisis menggunakan indikator statistik seperti deviasi standar (STD), kurtosis (KURT), dan skewness (SKEW) untuk memperoleh informasi pasar yang lebih komprehensif. Perlu diperhatikan bahwa faktor ini perlu dianalisis dalam kombinasi dengan saham spesifik dan lingkungan pasar, dan tidak dapat digunakan secara sepihak sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.